Liputan6.com, Jakarta – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) tengah bersiap untuk menghadapi 2026, dengan sejumlah target penting. Jenama berlambang tiga berlian ini sendiri cukup optimistis tahun ini mampu meraih hasil yang cukup positif, dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2025 sendiri, industri otomotif terus mendapatkan sejumlah tantangan, mulai dari tekanan daya beli, dan juga persaingan merek. Bahkan, meskipun penjualan tahun lalu mencapai target dari Gaikindo, tapi secara volume tidak lebih baik dibanding 2024.

Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita menjelaskan, ada empat target utama pabrikan asal Jepang ini di Indonesia pada 2026. Pertama, adalah memperluas jaringan dealer di seluruh Indonesia.

Kedua, memperkuat layanan melalui filosofi passion to care, dan ketiga adalah meningkatkan pengalaman pelanggan melalui digitalisasi dan kolaborasi berbasis AI.

“Menghadirkan model-model berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan Indonesia, termasuk opsi kendaraan hybrid,” tegas Kurita, terkait empat besar target MMKSI di Indonesia pada 2026, yang diumumkan saat acara buka bersama media, Jumat (27/2/2026).

Lanjut Kurita, dengan berbagai inisiatif tersebut, pihaknya menargetkan pencapaian pangsa pasar dua digit pada tahun fiskal mendatang.

“Tahun lalu, kami berhasil meningkatkan pangsa pasar dari 8,3 persen ke 8,5 persen. Dan tahun 2026, kami menargetkan pangsa pasar dua digit,” tambah Kurita.

Pencapaian Tahun Lalu
Sementara itu, secara spesifik, pencapaian berbagai model Mitsubishi sendiri pada tahun lalu cukup positif, di mana Destinator memimpin di kelasnya, dengan raihan pangsa pasar 71,3 persen, L300 tetap mempertahankan dominasinya dengan 47,5 persen.

Sedangkan model andalan lainnya juga terus menunjukan posisi yang kuat, Xpander dan Xpander Cross 24,2 persen, Pajero Sport 34,7 persen, Triton 36,1 persen, dan XForce 11,2 persen.

“Sekitar 2,4 juta kendaraan Mitsubishi saat ini beroperasi di seluruh Indonesia. Kami merasa terhormat dapat mendukung kebutuhan keluarga, dunia usaha, serta berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari,” tutur Kurita.